Skip to main content

dapatkah agama dibawa keranah politik dan jihad apakah yang harus di lakukan

Jihad adalah tekad seseorang untuk mendedikasikan semua aktivitas di dalam kesehariannya hanya untuk Allah, liidzzati kalimatillah, apapun itu baik berupa amal mah'dloh atau ghoirmahdloh. Seorang mujahid selalu berpikir apa yang akan di persembahkan untuk keagungan agama Allah. Secara totalitas disetiap tarikan nafasnya selalu diniatkan untuk Allah dan berjalan berdasarkan panduan Al-Quran dan Assunah, keteguhan hati dan keyakinan seorang mujahid tentang agama Allah yang tidak dapat dipisahkan dalam setiap aktivitas sebagai bentuk antitesis terhadap faham sekulerisme yang memisahkan antara kehidupan agama dan kehidupan dunia. Sekularisme dalam sudut pandang mujahid adalah faham anti kemapanan karena menjadikan agama hanya sebagai pelengkap bukan sebagai panduan, pertentangan idiologi inilah yang menjadikan pemahaman umat saat-saat ini terbelah, sebagian mengatakan agama tidak boleh dibawa dalam ranah politik sehingga masjid-masjid dilarang digunakan untuk aktivitas yang be...

dapatkah agama dibawa keranah politik dan jihad apakah yang harus di lakukan




Jihad adalah tekad seseorang untuk mendedikasikan semua aktivitas di dalam kesehariannya hanya untuk Allah, liidzzati kalimatillah, apapun itu baik berupa amal mah'dloh atau ghoirmahdloh. Seorang mujahid selalu berpikir apa yang akan di persembahkan untuk keagungan agama Allah.
Secara totalitas disetiap tarikan nafasnya selalu diniatkan untuk Allah dan berjalan berdasarkan panduan Al-Quran dan Assunah, keteguhan hati dan keyakinan seorang mujahid tentang agama Allah yang tidak dapat dipisahkan dalam setiap aktivitas sebagai bentuk antitesis terhadap faham sekulerisme yang memisahkan antara kehidupan agama dan kehidupan dunia.
Sekularisme dalam sudut pandang mujahid adalah faham anti kemapanan karena menjadikan agama hanya sebagai pelengkap bukan sebagai panduan, pertentangan idiologi inilah yang menjadikan pemahaman umat saat-saat ini terbelah, sebagian mengatakan agama tidak boleh dibawa dalam ranah politik sehingga masjid-masjid dilarang digunakan untuk aktivitas yang berbau politik.
Hal ini sangat bertentangan dengan ajaran Al-Quran yang mengajarkan bahwa urusan berpolitik ataupun apapun harus menjadikan alqura'n sebagai panduan.
Berdasarkan hal-hal diatas maka konsep yang menjadi prinsip dasar seorang mujahid di indonesia adalah menjadikan semua umat islam di indonesia mengagungkan agama Allah dengan cara menjadikan al-qur'an dam assunah sebagai rujukan hukum di dalam setiap dimensi kehidupan itulah yang disebut dengan jihad sesungguhnya khususnya untuk wilayah NKRI.
Bukan berjihad dengan senjata, mesiu, atau meledakan bom, karena di butuhkan umat adalah pelurusan akidah dan pemahaman tenrang beragama.

kesimpulan: jihad yang di perlukan di indonesia bukan dengan persenjataan melainkan dengan pelurusan akidah.

Dalil.

قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ ۖ بِيَدِكَ الْخَيْرُ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ


Katakanlah: "Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Q.s Ali 'imran 26)

تُولِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِ وَتُولِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِ ۖ وَتُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَتُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ ۖ وَتَرْزُقُ مَنْ تَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ


Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rezeki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas. (Q.s Ali 'imron 27)
لَا يَتَّخِذِ الْمُؤْمِنُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ ۖ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَٰلِكَ فَلَيْسَ مِنَ اللَّهِ فِي شَيْءٍ إِلَّا أَنْ تَتَّقُوا مِنْهُمْ تُقَاةً ۗ وَيُحَذِّرُكُمُ اللَّهُ نَفْسَهُ ۗ وَإِلَى اللَّهِ الْمَصِيرُ


Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan hanya kepada Allah kembali(mu). (Q.s Ali 'imran 28)


Comments

Popular posts from this blog